Mencegah Lebih Baik Daripada Mengubati

Mencegah lebih baik daripada mengubati sudah menjadi pengetahuan umum tetapi kebijaksanaan ini mungkin tidak diacuhkan dalam kehidupan seharian individu dan komuniti.
Mencegah lebih baik daripada mengubati. Dan teori ini lahir dari proses panjang perkembangan dunia kesehatan. Mencegah lebih baik dari mengubati makanan adalah bahan asas untuk kehidupan dan kesihatan namun begitu makanan juga punca kita mendapat penyakit. Mencegah lebih baik daripada mengubati bagaimana hendak mencegah kalau kita berpendapat segala galanya allah yang tentukan tanpa kita ada pilihan. Judul di atas mungkin sering kita dengar di rumah sakit atau gedung kesehatan lainnya.
Benar adanya jika lebih baik mencegah daripada mengobati artinya adalah lebih baik kita menjaga dan merawat tubuh kita sebelum terjadi hal hal yang tidak dinginkan sehingga harus dilakukan tindakan mengobati. Tidak dapat tidak untuk mencegah kita perlu berfahaman bahawa allah berkuasa dan allah memberi kita pilihan dengan kuasa nya. Kalau kita mempunyai tabiat makan yang buruk kita sengaja mengundang penyakit. Dengan mencegah sebenarnya kita sedang memberikan ruang gerak yang sempit kepada virus korona untuk mencari korbannya.
Mencegah lebih baik daripada mengubati merupakan peribahasa yang selalu kita dengar. Mencegah lebih baik daripada mengobati tentang virus covid 19 dalam syariat islam yang mulia ada sebuah kaidah agung yang banyak dianggap sebelah mata oleh sebagian kaum muslimin ungkapan mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Kajian ini menganalisa sejauhmana sebuah komuniti pulau mematuhi atau tidak amalan baik ini dengan meneliti keinginan kesanggupan dan turut serta. Teori mencegah lebih baik daripada mengobati itu buktinya telah nyata.